A partir de ahora somos Elev8
Somos más que un simple corredor. Somos un ecosistema de trading todo en uno: todo lo que necesitas para analizar, operar y crecer está en un solo lugar. ¿Listo para elevar tu trading?
Somos más que un simple corredor. Somos un ecosistema de trading todo en uno: todo lo que necesitas para analizar, operar y crecer está en un solo lugar. ¿Listo para elevar tu trading?
EUR/USD mengakhiri minggu ini naik hampir 1% pada hari Jumat, namun mengakhiri sesi harian datar, setelah data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) yang lebih buruk dari yang diharapkan, tetapi diimbangi oleh berita perdagangan positif. Dengan Greenback mengurangi kerugian, pasangan ini diperdagangkan di 1,1741 yang hampir tidak berubah.
Sentimen tetap optimis karena berita perdagangan terbaru menunjukkan bahwa AS dan Uni Eropa (UE) mungkin dekat dengan kesepakatan. Agenda ekonomi di AS mengungkapkan bahwa Pesanan Barang Tahan Lama mengecewakan para investor, setelah mencatat angka dua digit yang mengesankan pada bulan Mei, seperti yang diindikasikan oleh Departemen Perdagangan AS. Namun, angka klaim pengangguran yang kuat, meskipun aktivitas manufaktur yang lebih lemah seperti yang ditunjukkan oleh IMP Manufaktur S&P Global, memicu reaksi investor untuk mendiskon Federal Reserve yang kurang dovish pada pertemuan minggu depan.
Di UE, Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga tidak berubah, dengan Dewan Gubernur mengadopsi pendekatan pertemuan demi pertemuan di tengah perpecahan antara dovish dan hawkish di Dewan Gubernur. Jadwal hari Jumat kosong, meskipun kalender minggu depan akan padat.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa mereka hampir mencapai kesepakatan dengan Tiongkok. Mengenai UE, dia mengatakan ada kemungkinan, tetapi menyatakan bahwa mereka mungkin harus menurunkan tarif mereka.
Berita sebelumnya selama minggu ini bahwa AS mencapai kesepakatan dengan Jepang meningkatkan EUR/USD. Kenaikan lain terjadi setelah Financial Times (FT) melaporkan bahwa UE dan AS siap menandatangani kesepakatan sebelum tenggat waktu 1 Agustus, seperti yang disebutkan oleh sumber yang akrab dengan masalah tersebut.
Jadwal ekonomi AS akan menampilkan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 29 – 30 Juli. Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, dengan kemungkinan 98% untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50%.
EUR/USD mengkonsolidasikan setelah mencapai level tertinggi mingguan di 1,1788, sedikit di bawah level kunci 1,1800. Sementara Relative Strength Index (RSI) tetap berada di wilayah bullish, momentum mulai melemah saat indikator mendekati zona netralnya.
Penembusan di bawah Simple Moving Average (SMA) 20-hari di 1,1714 dapat membuka jalan untuk menguji kembali support di 1,1700. Penurunan lebih lanjut akan mengekspos SMA 50-hari di 1,1556. Di sisi atas, pergerakan yang berkelanjutan di atas 1,1800 akan membawa fokus pada tertinggi tahun berjalan di 1,1829, dengan resistance berikutnya terlihat di 1,1850.

Euro adalah mata uang untuk 19 negara Uni Eropa yang termasuk dalam Zona Euro. Euro adalah mata uang kedua yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah Dolar AS. Pada tahun 2022, mata uang ini menyumbang 31% dari semua transaksi valuta asing, dengan omzet harian rata-rata lebih dari $2,2 triliun per hari. EUR/USD adalah pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, menyumbang sekitar 30% dari semua transaksi, diikuti oleh EUR/JPY (4%), EUR/GBP (3%) dan EUR/AUD (2%).
Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman, adalah bank cadangan untuk Zona Euro. ECB menetapkan suku bunga dan mengelola kebijakan moneter. Mandat utama ECB adalah menjaga stabilitas harga, yang berarti mengendalikan inflasi atau merangsang pertumbuhan. Alat utamanya adalah menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif tinggi – atau ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi – biasanya akan menguntungkan Euro dan sebaliknya. Dewan Pengurus ECB membuat keputusan kebijakan moneter pada pertemuan yang diadakan delapan kali setahun. Keputusan dibuat oleh kepala bank nasional Zona Euro dan enam anggota tetap, termasuk Presiden ECB, Christine Lagarde.
Data inflasi Zona Euro, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasikan (HICP), merupakan ekonometrik penting bagi Euro. Jika inflasi naik lebih dari yang diharapkan, terutama jika di atas target 2% ECB, maka ECB harus menaikkan suku bunga untuk mengendalikannya kembali. Suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan suku bunga negara-negara lain biasanya akan menguntungkan Euro, karena membuat kawasan tersebut lebih menarik sebagai tempat bagi para investor global untuk menyimpan uang mereka.
Rilis data mengukur kesehatan ekonomi dan dapat memengaruhi Euro. Indikator-indikator seperti PDB, IMP Manufaktur dan Jasa, ketenagakerjaan, dan survei sentimen konsumen semuanya dapat memengaruhi arah mata uang tunggal. Ekonomi yang kuat baik untuk Euro. Tidak hanya menarik lebih banyak investasi asing, tetapi juga dapat mendorong ECB untuk menaikkan suku bunga, yang secara langsung akan memperkuat Euro. Sebaliknya, jika data ekonomi lemah, Euro kemungkinan akan jatuh. Data ekonomi untuk empat ekonomi terbesar di kawasan Euro (Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol) sangat penting, karena mereka menyumbang 75% dari ekonomi Zona Euro.
Rilis data penting lainnya bagi Euro adalah Neraca Perdagangan. Indikator ini mengukur perbedaan antara apa yang diperoleh suatu negara dari ekspornya dan apa yang dibelanjakannya untuk impor selama periode tertentu. Jika suatu negara memproduksi barang ekspor yang sangat diminati, maka nilai mata uangnya akan naik murni dari permintaan tambahan yang diciptakan oleh pembeli asing yang ingin membeli barang-barang ini. Oleh karena itu, Neraca Perdagangan bersih yang positif memperkuat mata uang dan sebaliknya untuk neraca yang negatif.