Artık bundan sonra biz Elev8’iz

Biz yalnızca bir aracı kurumdan fazlasıyız. Analiz etmek, işlem yapmak ve büyümek için ihtiyacınız olan her şeyi tek bir yerde sunan, hepsi bir arada bir işlem ekosistemiyiz. İşlem deneyiminizi bir üst seviyeye taşımaya hazır mısınız?

Emas Antam Terkoreksi ke Rp1.914.000, Harga Global Gagal Tembus Resistance US$3.435

  • Harga emas Antam 1 gram turun ke Rp1.914.000, terkoreksi Rp56.000 dari level tertingginya pekan lalu.
  • Harga emas global gagal menembus resistance US$3.435, tetap bergerak datar menjelang keputusan The Fed.
  • Saham ANTM naik 0,7%, namun pergerakan masih terbatas oleh minimnya katalis dari pasar komoditas global.

Harga emas batangan Antam kembali terkoreksi di awal pekan. Dibuka di Rp1.914.000 per gram, harga turun Rp1.000 dibandingkan akhir pekan lalu, dan telah melemah Rp56.000 dari puncaknya di Rp1.970.000 pada pertengahan pekan sebelumnya. Koreksi ini mencerminkan berkurangnya minat terhadap aset lindung nilai, di tengah mencairnya tensi dagang global dan spekulasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Di pasar internasional, harga emas dunia mencatatkan penguatan tipis ke US$3.337 per ons. Namun, pergerakannya masih cenderung datar karena investor menahan langkah menjelang keputusan rapat FOMC. Pasar kini mencermati kemungkinan The Fed membuka ruang pelonggaran suku bunga pada pertemuan September – terutama jika data ekonomi berikutnya menunjukkan sinyal perlambatan. Dalam lanskap ini, emas masih belum mendapatkan katalis kuat untuk bergerak keluar dari zona konsolidasi.

Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjelang sesi 2 menguat 0,7% ke level Rp2.990, naik 20 poin dari penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi, harga bergerak di rentang Rp2.950 hingga Rp3.010. Meski menunjukkan respons positif jangka pendek, pergerakan saham masih terbatas oleh sikap hati-hati pasar terhadap dinamika harga emas global dan arah kebijakan makro ke depan.

Sikap hati-hati pasar turut diperkuat oleh prospek perpanjangan gencatan tarif selama tiga bulan antara AS dan Tiongkok, yang diprakirakan akan dibahas dalam perundingan dagang di Stockholm mulai Senin ini, menurut laporan South China Morning Post akhir pekan lalu. Di sisi lain, Dolar AS belum menunjukkan arah penguatan yang konsisten. Dengan kombinasi dua faktor tersebut, baik harga emas maupun saham-saham tambang masih cenderung bergerak dalam rentang sempit untuk sementara waktu. Fokus pasar kini tertuju pada keputusan The Fed dan serangkaian data ekonomi utama AS yang akan dirilis sepanjang pekan ini.

Prospek Harian Emas (XAU/USD)

Grafik Harian Emas (XAU/USD)

Harga emas global kembali menunjukkan kecenderungan tertahan setelah gagal menembus resistance kuat di US$3.435. Kegagalan ini menegaskan bahwa tekanan jual masih cukup kuat di area atas, sementara pembeli tampak belum cukup agresif untuk mendorong breakout yang meyakinkan.

Harga tampak rebound dan masih berusaha menguji Exponential Moving Average (EMA) 50 di US$3.324 dan jauh dari EMA-200, menandakan tren menengah masih terjaga, namun tidak disertai momentum yang solid. Relative Strength Index (RSI) yang tertahan di dekat zona netral 48,75 menunjukkan masih dalam posisi siaga, menunggu arah yang lebih pasti dari sisi fundamental.

Dengan zona resistance tetap kuat di US$3.435, dan support berada di kisaran US$3.290-3.248, emas berpotensi tetap bergerak dalam pola mendatar.

Bagi harga emas Antam, kondisi ini berpotensi menahan ruang penguatan dalam jangka pendek. Selama harga emas dunia belum mampu menembus resistance teknisnya, harga emas batangan domestik kemungkinan besar akan bergerak terbatas dan lebih dipengaruhi fluktuasi harian nilai tukar Rupiah. Kenaikan signifikan baru mungkin terjadi jika harga spot dunia mampu keluar dari pola sideways dan Dolar AS menunjukkan pelemahan yang konsisten.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Harga Minyak Mentah Hari ini: Harga WTI Bullish pada Pembukaan sesi Eropa

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik pada hari Senin, di awal sesi Eropa. WTI diperdagangkan di $65,25 per barel, naik dari penutupan hari Jumat di $64,85. Kurs Minyak Brent (minyak mentah Brent) stabil, melayang di sekitar penutupan harian sebelumnya di $67,60.
Devamını oku Previous

EUR/GBP Lanjutkan Kenaikan Mendekati 0,8750 atas Kesepakatan Perdagangan UE-AS

Pasangan mata uang EUR/GBP mengumpulkan kekuatan di sekitar 0,8740 selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Senin. Euro (EUR) menguat terhadap Pound Sterling (GBP) seiring dengan kesepakatan Uni Eropa (UE) terhadap perjanjian perdagangan Amerika Serikat (AS) menjelang tenggat waktu.
Devamını oku Next