Biz yalnızca bir aracı kurumdan fazlasıyız. Analiz etmek, işlem yapmak ve büyümek için ihtiyacınız olan her şeyi tek bir yerde sunan, hepsi bir arada bir işlem ekosistemiyiz. İşlem deneyiminizi bir üst seviyeye taşımaya hazır mısınız?
Batu Bara ICE Newcastle Jatuh ke 130,00, di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran
Batu Bara ICE Newcastle dibuka dengan gap bawah di 130,00.
Selat Hormuz dimungkinkan untuk dibuka selama dua minggu.
Komoditas lainnya seperti minyak juga mengalami penurunan.
Harga batu bara ICE Newcastle front month berada di 130,00 yang lebih rendah 7,80% dari penutupan hari sebelumnya. Komoditas ini dibuka dengan gap bawah di 130,00 dan sejauh ini belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.
Level tersebut bertepatan dengan batas bawah kisaran sideways yang dibentuk batu bara ini sejak awal Maret 2026 dengan Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 41,46 mengindikasikan momentumnya berubah bearish karena berada di bawah level netral 50. Namun dalam jangka lebih panjang, batu bara diindikasikan masih dalam tren naik karena berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari.
Suhu di pelabuhan Newcastle Australia sekitar 25°C dengan kondisi cerah berawan. Dengan demikian, cuaca diprakirakan tidak mengganggu proses pemuatan batu bara di pelabuhan dan tidak menjadi faktor signifikan yeng memengaruhi harga batu bara ke depan.
Gap bawah tajam ini terjadi di tengah pengumuman Presiden AS, Donald Trump, yang menunda penyerangan terhadap infrastruktur energi dan jembatan Iran selama dua minggu dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga mengklaim bahwa jalur aman Selat Hormuz dimungkinkan selama dua minggu dan Iran akan menghentikan serangan jika negaranya tidak diserang.
Selain batu bara, minyak West Texas Intermediate turun lebih dari 10% hingga pada satu titik mencapai terendah $86,01 pada perdagangan sesi Asia hari ini di seputar perkembangan di atas.
Namun perlu dinantikan apakah pembukaan kembali selat dapat memulihkan distribusi komoditas energi mengingat selama konflik AS-Iran menyebabkan kerusakan beberapa infrastruktur energi.
Awal bulan lalu, pabrik Gas Alam Cair (Liquified Natural Gas/LNG) terbesar Qatar, fasilitas Ras Laffan, terkena serangan drone Iran yang mengakibatkan penghentian produksi. Jika produksi masih terganggu meskipun selat bisa dilalui, permintaan batu bara sebagai alternatif pembangkit energi bisa tetap tinggi di depan.
Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama April 2026 dalam Kepmen ESDM No. 135.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;
Batubara (6.322 GAR) $99,87 turun dari $103,01
Batubara I (5.300 GAR) $72,28 naik $71,55
Batubara II (4.100 GAR) $49,99 naik dari $48,32
Batubara III (3.400 GAR) $35,23 naik dari $34,25
Penurunan harga minyak tampak menjadi angin segar untuk sektor energi di dalam negeri menyusul kebijakan pemerintah Indonesia untuk tidak menaikkan bahan bakar minyak (BBM) besubsidi sampai akhir tahun 2026.
Dalam keterangan pers pada Senin kemarin, Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI) Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kebijakan yang disebutkan di atas sudah diperhitungkan serta menimbang berbagai skenario, salah satunya asumsi harga minyak dunia dapat mencapai $100 per barel hingga akhir tahun ini, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara.
Jika harga minyak dunia melonjak atau ada tekanan yang lebih besar, pemerintah memiliki bantalan fiskal dalam bentuk sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle
Pertanyaan Umum Seputar Gas Alam
Dinamika penawaran dan permintaan merupakan faktor utama yang memengaruhi harga Gas Alam, dan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global, aktivitas industri, pertumbuhan populasi, tingkat produksi, dan inventaris. Cuaca memengaruhi harga Gas Alam karena lebih banyak Gas digunakan selama musim dingin dan musim panas untuk pemanasan dan pendinginan. Persaingan dari sumber energi lain memengaruhi harga karena konsumen dapat beralih ke sumber yang lebih murah. Peristiwa geopolitik merupakan faktor yang dicontohkan oleh perang di Ukraina. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ekstraksi, transportasi, dan masalah lingkungan juga memengaruhi harga.
Rilis ekonomi utama yang memengaruhi harga Gas Alam adalah buletin inventaris mingguan dari Badan Informasi Energi (EIA), sebuah badan pemerintah AS yang menghasilkan data pasar gas AS. Buletin Gas EIA biasanya terbit pada hari Kamis pukul 14:30 GMT (21:30 WIB), sehari setelah EIA menerbitkan buletin Minyak mingguannya. Data ekonomi dari konsumen besar Gas Alam dapat memengaruhi penawaran dan permintaan, yang terbesar di antaranya adalah Tiongkok, Jerman, dan Jepang. Gas Alam terutama dihargai dan diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga sejumlah rilis ekonomi yang memengaruhi Dolar AS juga menjadi faktor.
Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia dan sebagian besar komoditas, termasuk Gas Alam, dihargai dan diperdagangkan di pasar internasional dalam Dolar AS. Dengan demikian, nilai Dolar AS merupakan faktor dalam harga Gas Alam, karena jika Dolar menguat, berarti lebih sedikit Dolar yang dibutuhkan untuk membeli volume Gas yang sama (harga turun), dan sebaliknya jika USD menguat.