A partir de agora, somos Elev8

Somos mais do que apenas uma corretora. Somos um ecossistema completo de trading — tudo que você precisa para analisar, operar e crescer está em um único lugar. Pronto para aprimorar seu trading?

Pasar Saham Asia: Anjlok Karena Imbal Hasil Melonjak, Pidato Fed Powell Dalam Fokus, Minyak Melemah

  • Indeks Asia telah jatuh karena imbal hasil benchmark 10 tahun telah menyentuh level tertinggi 4%.
  • Ekuitas Jepang anjlok karena perusahaan-perusahaan akan melaporkan musim hasil kuartalan yang lemah.
  • Investor harus bersiap-siap untuk nada hawkish oleh Ketua Fed Powell saat menyampaikan pidato hari Rabu.

Pasar di ranah Asia menunjukkan kinerja yang rentan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS telah meningkat tajam di tengah ekspektasi percepatan lebih lanjut dalam suku bunga oleh Federal Reserve (Fed). Karena Federal Reserve (Fed) sedang bersiap untuk mencapai tingkat terminal yang diinginkan sebesar 4,6% lebih cepat untuk mencapai stabilitas harga dalam perekonomian, imbal hasil mendapatkan daya tarik. Imbal hasil benchmark obligasi pemerintah AS 10 tahun telah mencium 4% untuk pertama kalinya sejak 2010.

Pada saat berita ini ditulis, Nikkei225 Jepang anjlok 2,11%, Hang Seng menukik 2,82% sementara Komponen SZSE jatuh 1,46%.

Ekuitas Jepang melanjutkan penurunannya karena program pembelian obligasi yang tidak terjadwal oleh Bank of Japan (BoJ) dapat menghancurkan momentum kenaikan Yen Jepang. Pelemahan Yen menjadi perhatian utama bagi pemerintah Jepang karena margin perusahaan menurun yang disebabkan oleh kenaikan harga input impor. Musim hasil triwulanan ketiga dalam perekonomian Jepang berada di pintu gerbang dan perusahaan-perusahaan besar diperkirakan akan melaporkan penurunan margin EBITDA mereka.

Sementara itu, indeks Tiongkok menghadapi tekanan setelah Bank Dunia memangkas tingkat pertumbuhan untuk tahun 2023 karena tidak adanya toleransi terhadap COVID-19 dan krisis real estat. Kemerosotan permintaan real estat juga telah memangkas permintaan baja, logam dasar, semen, dan bahan bangunan lainnya dalam perekonomian Tiongkok.

Selanjutnya, pidato dari ketua Fed Jerome Powell akan menjadi sangat penting. Karena tekanan harga tidak menunjukkan penurunan yang menjanjikan, investor mengharapkan panduan 'hawkish' pada suku bunga.

Di sisi minyak, harga minyak menyaksikan pergerakan yang lemah menjelang rilis data inventaris oleh Energy Information Administration (EIA). Badan ini menunjukkan penumpukan stok selama tiga pekan terakhir dan pola serupa diperkirakan terjadi pekan ini. Sesuai konsensus, EIA akan melaporkan penumpukan persediaan minyak sebesar 0,333 juta barel untuk pekan lalu.

 

AUD/USD: Di Bawah 0,6400 Menjadi 0,6360 – UOB

Terobosan di 0,6400 dapat memotivasi AUD/USD untuk melanjutkan penurunan ke wilayah 0,6360 dalam waktu dekat. Kutipan Utama Pandangan 24 jam: "Kemar
Leia mais Previous

Berita Harga USD/IDR: Pembeli Rupiah Meragukan Pertahanan Bank Indonesia di Sekitar $15.250

USD/IDR bergerak lebih tinggi di sekitar level tertinggi 2,5 tahun di dekat $15.250 menjelang sesi Eropa hari Rabu. Dengan demikian, Rupiah Indonesia
Leia mais Next